Selasa, 30 Desember 2025

Analisis Karakter Wirausaha

 Dibuat Oleh Ilham Yusuf AE28


A. Profil Tokoh Wirausaha

  • Nama Tokoh: Nadiem Anwar Makarim

  • Nama Perusahaan: PT GoTo Gojek Tokopedia (Gojek)

  • Bidang Usaha: Teknologi Informasi dan Transportasi (Super App)

B. Karakteristik yang Menonjol

Berdasarkan kisah suksesnya, terdapat tiga karakteristik utama yang dimiliki tokoh ini:

  1. Inovatif dan Kreatif: Beliau mampu melihat peluang dari masalah kemacetan dan ketidakteraturan ojek pangkalan, lalu memberikan solusi berbasis teknologi (aplikasi).

  2. Berani Mengambil Risiko: Beliau berani meninggalkan pekerjaan mapan di perusahaan besar untuk membangun bisnis sendiri yang saat itu idenya dianggap aneh oleh banyak orang.

  3. Berorientasi pada Solusi: Fokus utamanya bukan sekadar mencari keuntungan, tapi menyelesaikan masalah sosial (membantu tukang ojek mendapat penumpang dan membantu masyarakat menembus macet).

C. Hambatan dan Cara Mengatasinya

  • Hambatan: Di awal berdiri, Gojek menghadapi penolakan keras dari ojek pangkalan (opang) yang merasa terancam secara ekonomi. Selain itu, keterbatasan teknologi dan jumlah driver menjadi kendala besar.

  • Cara Mengatasi: Nadiem melakukan pendekatan edukasi kepada para driver tentang manfaat teknologi, memberikan sistem bagi hasil yang lebih transparan, serta terus mengembangkan fitur aplikasi agar semakin mudah digunakan oleh masyarakat luas.

D. Nilai-Nilai yang Dapat Diteladani

Nilai yang paling berkesan adalah kepekaan sosial. Seorang wirausaha yang sukses tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga bagaimana bisnisnya bisa memberikan dampak positif dan membuka lapangan kerja bagi orang banyak. Selain itu, nilai kegigihan dalam mempertahankan ide meskipun banyak orang meragukannya.

E. Kesimpulan dan Refleksi Diri

Untuk menjadi wirausaha sukses, saya belajar bahwa modal utama bukan hanya uang, melainkan ide yang solutif dan mental yang kuat. Jika saya ingin memulai usaha, saya akan mulai dengan mengamati masalah kecil di sekitar saya dan mencoba mencari solusi kreatif untuk masalah tersebut.


F. Penutup

Demikian tugas mandiri ini saya susun sebagai bentuk pemahaman terhadap karakter wirausaha yang sukses di Indonesia.

Kamis, 25 Desember 2025

LAPORAN ANALISIS STUDI KASUS USAHA SOSIAL: DU'ANYAM

 Dibuat Oleh : Ilham Yusuf AE28

1. Pendahuluan

Masalah kemiskinan dan keterbatasan akses ekonomi di wilayah pelosok Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT), sering kali berdampak pada buruknya tingkat kesehatan ibu dan anak. Banyak ibu rumah tangga di pedesaan memiliki keterampilan menganyam yang luar biasa namun tidak memiliki akses pasar. Saya memilih Du'anyam sebagai objek studi kasus karena mereka berhasil menyinergikan warisan budaya (anyaman) dengan pemberdayaan ekonomi yang terukur dan berkelanjutan secara finansial.

2. Profil Usaha Sosial 

  • Nama Usaha & Tahun Didirikan: Du'anyam (PT Social Enterprise Indonesia), didirikan pada tahun 2014.

  • Masalah yang Diatasi: Rendahnya pendapatan keluarga di pedesaan NTT yang berujung pada tingginya angka stunting dan kesulitan akses layanan kesehatan bagi ibu hamil. Selain itu, adanya ancaman kepunahan tradisi menganyam lokal.

  • Model Bisnis Inti: Du'anyam mengadopsi model bisnis B2B (Business to Business) dan B2C (Business to Consumer). Mereka membeli produk anyaman dari para ibu di desa dengan harga yang adil (fair trade), memberikan pelatihan kontrol kualitas, lalu menjualnya ke hotel berbintang, perusahaan (sebagai souvenir korporat), hingga pasar ekspor.

  • Target Penerima Manfaat: Ibu-ibu pengrajin di pedesaan (khususnya di NTT dan kini meluas ke Papua serta Kalimantan) dan komunitas keluarga mereka.

3. Analisis Faktor Kunci Keberhasilan

A. Faktor Inovasi Bisnis (Profit/Keuntungan)

  1. Strategi Pasar Spesifik (Niche Market): Du'anyam tidak hanya menjual "anyaman biasa", tetapi memposisikan diri sebagai penyedia produk kerajinan premium untuk dekorasi hotel dan souvenir perusahaan eksklusif. Ini memungkinkan mereka menetapkan margin yang sehat.

  2. Standardisasi Kualitas: Inovasi pada sistem kontrol kualitas di tingkat desa memastikan produk yang dihasilkan layak masuk ke pasar internasional, yang sering kali menjadi kendala bagi UMKM biasa.

B. Faktor Inovasi Dampak (People & Planet)

  1. Integrasi Layanan Kesehatan: Keberhasilan mereka bukan hanya memberi uang, tapi memastikan pendapatan tersebut berdampak. Du'anyam memiliki sistem di mana sebagian keuntungan atau akses ekonomi dikaitkan dengan peningkatan gizi dan kesehatan ibu-anak di komunitas tersebut.

  2. Pelestarian Budaya dan Lingkungan: Menggunakan material alami (daun lontar) yang ramah lingkungan dan memastikan regenerasi keahlian menganyam pada generasi muda agar tradisi tidak punah.

C. Faktor Kepemimpinan & Budaya Organisasi (Governance)

  1. Kemitraan Strategis & Transparansi: Kepemimpinan Du'anyam sangat kuat dalam membangun jejaring. Mereka bekerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi internasional. Budaya transparansi mereka dalam melaporkan dampak sosial setiap tahun membangun kepercayaan tinggi dari investor sosial dan konsumen.

4. Kesimpulan dan Pembelajaran 

  • Pelajaran Utama: Sebuah usaha sosial harus memiliki produk yang "menjual diri sendiri" karena kualitasnya, bukan hanya karena orang merasa kasihan. Keberlanjutan finansial adalah bahan bakar utama untuk memperluas dampak sosial.

  • Skalabilitas Model: Model ini sangat bisa direplikasi di daerah lain yang memiliki potensi kerajinan lokal namun terisolasi dari pasar. Kuncinya adalah pada pendampingan intensif (fasilitator lapangan) dan pembukaan akses pasar (marketing) di kota besar atau luar negeri.


5. Sumber (Referensi)

  1. Du'anyam Official Website. (2024). Impact Report: Empowering Women through Tradition.

  2. Forbes Indonesia. (2020). Social Entrepreneurs Under 30: The Story of Du'anyam founders.

  3. Kementerian Koperasi dan UKM RI. (2023). Profil Usaha Sosial Berbasis Ekspor di Indonesia.

Sabtu, 20 Desember 2025

RENCANA OPERASIONAL USAHA PRODUKSI DENIM

 Dibuat oleh ; Ilham Yusuf AE28

BAB I. DESKRIPSI PRODUK DAN PROSES PRODUKSI

1. Deskripsi Produk

Usaha ini bergerak dalam bidang produksi denim apparel, yaitu celana jeans dan jaket denim. Produk dibuat menggunakan bahan denim premium dengan ketebalan 12–14 oz sehingga tahan lama, kuat, dan nyaman dipakai.

Ciri utama produk:

  • Bahan denim 100% cotton premium

  • Jahitan rantai (chain stitch)

  • Rivet dan kancing logam berkualitas

  • Tersedia ukuran S–XL

  • Pilihan warna: indigo, light blue, dan black denim

2. Proses Produksi

Tahapan utama proses produksi adalah sebagai berikut:

  1. Persiapan bahan baku

  2. Pemotongan kain (cutting)

  3. Penjahitan bagian utama

  4. Penjahitan detail (saku, belt loop, dll.)

  5. Pemasangan rivet dan kancing

  6. Finishing (washing, trimming benang, setrika)

  7. Quality Control

  8. Packaging

BAB II. PERENCANAAN KAPASITAS DAN JADWAL PRODUKSI

1. Kapasitas Produksi

  • Mesin jahit: 3 unit

  • Mesin obras: 1 unit

  • Mesin rivet/kancing: 1 unit

  • Tenaga kerja: 5 orang

  • Kapasitas maksimum: 100 unit per bulan

2. Jadwal Produksi Mingguan

HariKegiatanTarget Produksi
SeninPemotongan kain80 pcs
SelasaPenjahitan tahap 180 pcs
RabuPenjahitan tahap 2 dan finishing80 pcs
KamisWashing dan perapihan80 pcs
JumatQC dan pengemasan80 pcs
Total400 pcs / Minggu


BAB III. ALOKASI SUMBER DAYA

1. Tenaga Kerja

NoPosisiJumlahTugas & Tanggung Jawab
1Penjahit3 OrangMenjahit bagian utama produk hingga proses finishing akhir.
2Pemotong Kain1 OrangMelakukan pemotongan (cutting) kain denim sesuai pola.
3QC / Packaging1 OrangMelakukan inspeksi mutu (Quality Control) dan pengemasan produk.
Total5 Orang

2. Bahan Baku

  • Bahan denim = Rp 225.000/meter

  • Kebutuhan per produk = 1,3 meter

  • Benang poly strong

  • Rivet dan kancing logam

  • Label dan tag

  • Kemasan plastik/kotak

3. Peralatan

  • Mesin jahit high-speed

  • Mesin obras

  • Mesin rivet

  • Mesin potong kain

  • Setrika uap

  • Meja potong dan meja jahit


BAB IV. LAYOUT FASILITAS PRODUKSI

Layout Sederhana

BAB V. ESTIMASI BIAYA OPERASIONAL (TERBARU)

1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

NoKomponen BiayaBiaya (Per Bulan)
1Gaji KaryawanRp 6.000.000
2Listrik & AirRp 750.000
3Penyusutan MesinRp 500.000
4Administrasi UmumRp 300.000
TotalTotal Biaya TetapRp 7.550.000

2. Biaya Variabel (HPP Terbaru)

HPP per Unit

  • Kain denim (1,3 meter × 225.000) = Rp 292.500

  • Benang = Rp 10.000

  • Rivet & kancing = Rp 12.000

  • Label & tag = Rp 5.000

  • Kemasan = Rp 7.000

  • Upah jahit = Rp 30.000

  • Finishing = Rp 12.000

  • Penyusutan mesin = Rp 3.000

  • Listrik tambahan = Rp 2.000

Total HPP = Rp 373.500 per unit


3. Total Biaya Variabel per Bulan

(Produksi 100 unit)

373.500 × 100 = Rp 37.350.000


4. Total Biaya Operasional Bulanan

Total Biaya Operasional = Biaya Tetap + Biaya Variabel
= 7.550.000 + 37.350.000
= Rp 44.900.000


BAB VI. HPP DAN BEP TERBARU

1. HPP (Harga Pokok Produksi)

HPP=Rp 373.500 per unitHPP = Rp\ 373.500\ per\ unit

2. Harga Jual

(50% margin)

Harga Jual=Rp 560.000Harga\ Jual = Rp\ 560.000

3. Contribution Margin

CM=560.000373.500=Rp 186.500CM = 560.000 - 373.500 = Rp\ 186.500

4. BEP Unit

Diketahui:

  • Total Biaya Tetap: Rp 7.550.000

  • Margin Kontribusi per Unit: Rp 186.500


5. BEP Rupiah

41×560.000=Rp 22.960.00041 × 560.000 = Rp\ 22.960.000

Laporan Riset: Tren Global AI dan Peluang Agensi Automasi Digital

 Dibuat Oleh : Ilham Yusuf AE28 1. Ringkasan Tren Global Berdasarkan laporan Gartner Top Strategic Technology Trends dan McKinsey Featured ...